Assalammualaikum , pembuka kata . . .
Saya nak wrote dekat beloved "Bie2VeryDear's Dairy" tentang Tragedi Oktober yang saya alami. .
Mesti yang mengenali saya ingatkan perkara seronok kan , sebab birthday saya bertarikh 16 Oktober . .
Tapi . . . . Ini bukan berkaitan birthday saya . . . Ianya berkaitan someone I love . . .
Mr RR , saya namakan dia . . (Tak dapat tell real name and picture dia )
Saya kenal dia sudah lama tapi hubungan kami mekar di bulan Oktober, saya mula sayang dan suka
dia . . Tapi malangnya dia mempunyai seorang cewek yang jauh lebih baik dari saya ~huhu~
Saya menerima dia biarpun dia berterus terang bahawa dia ada aweks (Gentlemen nie dia )
Tapi akhirnya setelah bunga mekar , cinta mula perputih , hubungan di akrabkan , dia meminta
saya pergi jauh dari hidupnya . .
( 21 Oktober 2012)
RR : Tolong jangan ganggu aku lg . .
Setelah beberapa kali bermasej then saya pun send la kat dia , klimaks sms nie . . Saya nakkan
kepastian kerana tak mahu memaksa dia meneruskan hubungan yang berentakan begini.
(21 Oktober 2012)
BB : Jujur dengan ak , kau syg awekmu ka ? Kw maw kawin dia ?
RR : ya ak sayang dia , ak sdh kenal dia lama , ak sdh knl familynya . . ak mw kawin dia . tlg pahami ak . .
Kalau kamu semua ditempat saya , apa akan kamu lakukan . . Saya menahan sebak kerana tak
mahu kawan -kawan saya nampak . . Saya lepaskan tangisan dalam toilet ( Bejam2 saya dlm toilet ).
Hancur luluh hati saya sebagai seorang perempuan . . Dimana dia buang harga diri dan maruah
saya diperlekehkan oleh seorang lelaki . .
Last masej saya send pada dia :
* Baiklah , kita hentikan sadja hubungan ini disini. Kalau kamu betul2 sayangkan awekmu,
saya lepaskan kau pergi . . Tapi tolong jangan curangi dia lagi . . cause I kwow that she really
love you . .
Saya biarkan dia pergi tapi tak bermaksa saya lupakan dia , saya masih lagi ingat dan sygkan dia .
Dan berharap dia kembali . . Berairmata jak la kalau saya tengok perkembangan dia yang semakin
bahagia .
Terus menanti sesuatu yg tak pasti . . . .
P/S : Saya doakan kamu berbahagia . .






0 comments:
Post a Comment